by

Lele Sehat Kini Diburu Warga Sidoarjo

SIDOARJOKINI – Seiring kesadaran pada pola makan sehat, kini masyarakat tidak asal membeli ikan untuk dikonsumsi. Salah satunya ikan lele. Jika dulu masyarakat asal membeli ikan lele, sekarang mereka memilih lele yang tidak dibudidayakan dengan pakan sembarangan.

Peluang ini ditangkap pembudidaya lele yang tergabung dalam Kelompok Istana Lele Sidoarjo atau Kelompok Lele Sehat Sidoarjo. Mereka sejak empat tahun ini membudidayakan ikan lele dengan menamakan lele sehat.

Saat ini Kelompok Istana Lele sebulan memproduksi 10 sampai 20 kuintal. Dan semuanya terserap di Kabupaten Sidoarjo.

“Bahkan permintaan untuk Sidoarjo saja kami kualahan. Permintaan terus banyak dan tumbuh,” kata Priyo Tranggono Bayu, Ketua Istana Lele Sidoarjo, kepada sidoarjokini.com.

Dikatakan oleh Bayu, budidaya lele sehat beda dibanding dengan yang konvensional atau organik. “Kami tidak asal memberi pakan. Kami full pellet sejak ikan masih kecil hingga siap panen. Kami juga memberi pakan yang standar SNI. Jadi sangat memperhitungkan kandungan karbohidrat dan protein,” kata Bayu.

Karena diberi protein yang tinggi, kata Bayu, lele yang dibudidaya dengan anggotanya dagingnya lebih putih dan kenyal serta kalau digoreng tidak susut.

“Beda dengan yang diberi pakan ayam atau usus, kandungan lemaknya tinggi, sehingga kalau digoreng menjadi susut, seolah tinggal kepalanya saja yang besar,” kata Bayu yang juga memproduksi olahan lele dengan merek Kemayu ini.

Dari sisi bobot, ikan lele sehat mempunyai berat yang seimbang. Satu kg dengan isi 10 ekor. Keseragaman bobot ini yang disukai tengkulak.

Di sisi lain dijelaskan oleh Bayu bahwa lele termasuk ikan jenis carrier, berpotensi membawa penyakit. “Kalau pakan yang dimakan lele membawa penyakit, maka akan menular ke yang mengkonsumsi. Itu bisa terjadi kalau pemberian pakan tidak terkontrol,” kata Bayu.

Bayu (memakai topi)

Demikian pula dengan pengaturan air kolam. Setiap pagi air kolam harus dikuras. Tujuannya membuang kotoran. Baru kemudian diberi pakan. Sore dilakukan sirkulasi, sepuluh menit kemudian diberi pakan. Dengan pola pengaturan air seperti ini tidak menganggu lingkungan dengan bau yang kurang sedap.

“Kotoran yang diakibatkan ikan lebih sedikit, air tidak cepat kotor, tidak berbau dan tidak mengganggu lingkungan. Jadi kami lebih care ke lingkungan,” kata Bayu yang selain pembudidaya lele juga pebisnis lele sehat ini.

Masa panen budidaya lele sehat lebih pendek. Kalau yang konvensional atau organik membutuhkan waktu 3 bulan, maka lele sehat hanya 2,5 bulan sudah panen. Harga di pasaran juga sama, yaitu Rp 22.000 sd Rp 23.000/kg.

CP Istana Lele Sidoarjo: 08121771799

“Memang biaya pakan dan lain-lain lebih mahal dari yang organik maupun alternatif, tapi masa panen kami lebih pendek, itu yang menguntungkan kami, meski harga sama,” kata Bayu yang salah satu kolam lelenya berada di rumahnya, Perumahan Istiana Residence, Desa Grogol, Kec. Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.(res)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *