by

Petik Buah Jambu di Desa Padmonegoro

SUKODONO – Mungkin sebagian orang belum pernah tahu jika di Kecamata Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, khususnya di Desa Padmonegoro RT 12 RW 03, tedapat lahan seluas 2 hektar yang penuh dengan pohon jambu.

Kebun tersebut  terawat dan tertata, layaknya sebuah tempat wisata edukasi petik buah. Jenis jambu yang ditanam di tempat ini ada dua jenis, yaitu jambu merah dan jambu kristal putih yang jarang ditemui di pasaran.

Kebun jambu sejak 10 tahun lalu ini dikelola oleh Sugeng Handoyo (40). Pemiliknya bernama Abdul Manan, warga Keloposepuluh. Dia bercerita bila awalnya lahan ini adalah tanah kosong. Hinga saat itu sang pemilik, bersama Sugeng yang dipercaya mengelola lahan tersebut, melihat trend buah yang tengah digandrungi masyarakat, yaitu jambu.

“Dulu lihat-lihat di TV, dan akhirnya ada ide memanfaatkan lahan kosong ini jadi kebun jambu, apalagi perawatannya juga mudah, soalnya ini kan jambu cangkokan,” ceritanya.

Dalam seharinya, Sugeng beserta dua teman lainnya yang juga sebagai pengelola, dapat memetik mencapai 16 kg  jambu merah dan10  kg jambu kristal putih. “Seharinya segituan, jadi setiap hari bisa metik, sebulan bisa 400-500 kg, kalau merah dan jambu putih 200-300 kg,” katanya.

Walau begitu, hasil tersebut menurut Sugeng masih sedikit dibanding saat musim panen yang terjadi 3 kali dalam setahun. Hasilnya bisa melebihi saat hari-hari biasa. Apalagi saat musim hujan ini produksi jambu merah kian sedikit, sedang jambu kristal putih tidak mengalami penurunan. Tak hanya itu, pengaruh hama juga menjadi faktor turunnya jumlah jambu merah yang drastis.

Sugeng setiap harinya menjual hasil kedua jenis jambu tersebut ke pasar tradisional wilayah Sidoarjo saja, seperti di pasar Krian, Wage, Waru, Sukodono dan Puspa Agro. “Ya biasanya pedagang yang datang sendiri ke sini, terkadang juga saya yang mengatarkan sendiri,” jelasnya.

Tak hanya dijual ke pasar, namun juga dijual sendiri di depan gerbang kebun, dengan harga eceran. “Saya juga jual sendiri di depan. Harganya juga sama,” ucap laki-laki dua anak ini.

Walau belum menjadi tempat wisata, hampir setiap Sabtu dan Minggu ada orang yang datang untuk memetik sendiri, sambil belajar.

“Hampir setiap Sabtu dan Minggu ada orang yang berkunjung ke sini. Entah itu hanya sekadar ingin memetik jambu secara langsung atau belajar. Mahasiswa Unesa dan Unair juga pernah melakukan penelitian di sini,” ungkapnya saat ditemui sidoarjokini.com di kebunnya.

Harga yang dipatok untuk satu kilo jambu merah, jika dijual eceran, yaitu  Rp 8000, sedang jambu kristal putih Rp 15.000/kg. Namun harga tersebut akan berbeda jika membelinya secara grosir, di mana jambu merah Rp 5000/kg dan kristal putih Rp 12.000/kg.

Jika ditafsir, dalam sebulan hasil dari penjualan jenis jambu merah mencapai Rp 4 juta dan jambu kritstal putih Rp 4,5  juta. Walau saat ini panen tak begitu besar, namun Sugeng tetap memetik tiap harinya. (jel)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *