by

Siasati Covid-19, P4S Joglo Nganjuk Buat Sumber Nutrisi Berkelanjutan

NGANJUK – Penyebaran pandemi Covid-19 semakin meluas. Sekitar 192 negara di dunia sudah terjangkit, termasuk Indonesia. Wabah virus tersebut  telah berdampak ke berbagai sektor usaha di tanah air. Mulai dari sektor pariwisata hingga sektor perdagangan.

Bagaimana dengan sektor pertanian? Adanya wabah ini justru menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung mencukupi membutuhkan pangan sehat. Bahkan wabah virus Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti.

“Melalui 3 pilar penyuluhan, pelatihan dan pendidikan kami terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor produk pertanian,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi dalam berbagai kesempatan.

Dalam situasi dan kondisi di tengah wabah Covid-19 ini justru menjadi peluang bagi pelaku sektor pertanian, khususnya petani untuk meningkatkan kesejahteraan. Bukan hanya itu, kondisi yang terjadi saat ini menjadi tantangan, khususnya petani, penyuluh, dosen dan widyaiswara untuk menggerakan dan meningkatkan produksi pangan sehat serta penggunaan pupuk yang berimbang.  “Masyarakat akan lebih banyak konsumsi produk lokal dan tentunya yang sehat,” kata Prof. Dedi

Petani katanya, harus bisa memanfaatkan peluang pertanian ditengah pandemi Covid-19 ini, terutama petani milenial. Sebab, adanya wabah virus Covid-19 in,i otomatis aktivitas impor akan menurun drastis.

“Jadi saat inilah peluang untuk petani kita meningkatkan produksi dan olahannya, terutama dalam 11 komoditas pangan seperti padi, jagung, kedelai, daging sapi, daging ayam, telur, bawang merah, cabai merah, dan sebagainya,” ungkapnya.

Teknik budidaya yang baik dan penggunaan teknologi alsintan yang tepat akan menghasilkan produksi yang optomal. “Dengan langkah tersebut kita juga akan membantu menyelamatkan bangsa dari penyebaran virus Covid-19,” tambah Prof. Dedi.

Peluang yang diungkapkan Kepala BPPSDMP itu ditangkap petani milenial dan juga sebagai Ketua P4S Joglo di Desa Gandu Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, Susanto. Wabah Corona tak surutkan langkahnya untuk terus berusaha membuat terobosan dalam dunia pertanian. Bahkan Susanto makin terpacu untuk meningkatkan inovasi.

Ia mengembangkan teknologi pertanian yang disebut dengan Joglo Pangan Lestari (JPL). Konsep JPL mengandung arti tempat pertemuan sumber nutrisi yang dibudidayakan secara berkelanjutan. Susanto berharap, JPL nantinya bisa menjadi pondasi pertanian terpadu di Nganjuk, serta bisa diadopsi daerah lainnya JPL sendiri katanya, merupakan suatu sistem integrasi budidaya dalam satu tempat yang menggabungkan antara perikanan, peternakan, dan tanaman sayur sebagai sumber pangan keluarga.

Pada kesempatan bertemu dengan Tim Pembina P4S Provinsi Jawa Timur, yang juga merupakan widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Djoko Sumianto dan Rivana Agustin, Susanto banyak menceritakan ide pertanian modern.

Widyaiswara BBPP Ketindan tersebut sangat antusias dengan konsep pertanian yang disampaikan Susanto. Pada kesempatan itu keduanya mensosialisasikan Permentan No. 33/Permentan/SM.230/7/2016 tanggal 12 Juli 2016 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Pelatihan PertanianSwadaya (P4S) menggantikan Permentan yang lama No. 03/Permentan/PP.410/1/2010.

“Kami juga mengingatkan kembali kegiatan dan program yang sudah disepakati pada kegiatan Jambore P4S Jawa Timur yang diselenggarakan pada 25-27 Februari 2020 di Kabupaten Jombang untuk ditindaklanjuti dan dilaksanakan,” kata Djoko.(sinartani.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *