Beranda Headline Menulis dari Rumah, Kreativitas Masa Pandemi

Menulis dari Rumah, Kreativitas Masa Pandemi

Artikel: Drs Sukendro Syahlil, MM

Dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda negeri ini, semestinya tidak mengurangi daya kreativitas masyarakat untuk menulis, menyampaikan ide-ide, gagasan dan pemikirannya dalam bentuk karya tulis ilmiah populer. Menulis bisa dilakukan di dan dari rumah secara rutin dan berkelanjutan.

Sukendro Syahlil

Jika ditelusuri secara cermat, sebenarnya banyak potensi-potensi dalam konteks yang belum mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya tulisnya di berbagai media, khususnya majalah pendidikan di negeri ini. Masih banyak permasalahan-permasalahan pendidikan di sekitar sekolah yang perlu untuk dikritisi secara runtut dan rasional oleh siswa, misalnya masalah metode pembelajaran guru, tekanan psikologis siswa terhadap UN, lingkungan pergaulan remaja, masih banyaknya siswa yang putus sekolah, biaya pendidikan yang amat mahal, dan sebagainya.

Hanya saja, nampaknya majalah, tabloid, surat kabar, di negeri ini sangat jarang, bahkan tidak memberi ruang bagi siswa untuk menuangkan karya tulisnya, baik itu artikel, atau karya-karya yang lain. Ironisnya, masih banyak media/majalah berlabel  pendidikan, malah lebih sering menampilkan kisah selebriti papan atas, baik artis dalam negeri atau luar negeri, yang tentu tidak ada sangkut pautnya dengan dunia pendidikan. Padahal berita-berita yang sejenis, hampir setiap hari dapat dikonsumsi masyarakat melalui media elektronika.

Kondisi guru dan siswa yang sangat rendah kemampuannya menulis, mungkin saja dipicu dan disebabkan oleh budaya mendengar yang dominan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Siswa setiap hari disibukkan dengan berbagai aktivitas yang sudah menjadi tradisi  di kelasnya, yakni datang, duduk, mendengar, mencatat, dan pulang. Model pembelajaran yang ditandai dengan metode yang konvensional dan ortodoks, mengakibatkan siswa semakin tidak berdaya dan pasif.

Hampir setiap hari guru bercerita, mendongeng, menjelaskan materi belajar, sedangkan siswa, sudah terbiasa dengan budaya mendengar  segala bentuk dan macam penjelasan  guru di kelas. Akibatnya bisa ditebak, daya kreasi dan ide-ide cemerlang, gagasan siswa, semakin hari semakin hilang, tenggelam dalam arus informasi pembelajaran sang guru.

Masih banyak sekolah yang belum memiliki  wahana yang menampung daya kreatif  dan ide-ide cemerlang siswa-siswa di sekolah, sehingga  tidak banyak atau bahkan nyaris tak ada karya tulis siswa, baik dalam bentuk artikel, karya tulis ilmiah, esai, narasi dan bentuk karya yang lainnya. Sudah menjadi kewajiban sekolah, untuk membimbing dan melakukan pembinaan kepada siswa dalam hal kemampuan menulis, misalnya dalam kegiatan ekstra kurikuler, kegiatan pengembangan diri, sanggar menulis, komunitas penulis sekolah, dan sebagainya.

Sehingga bakat dan potensi siswa dalam kepenulisan dapat terakomodasi secara rutin, terus-menerus dan berkelanjutan. Memang tidak semua siswa memiliki kemampuan menulis, paling tidak, jika ada wahana yang menjadi wadah pengembangan karya-karya tulisnya di sekolah, kelak akan muncul penulis-penulis muda yang berkualitas.

Pada kenyataannya, guru belum bisa menjadi panutan atau tauladan yang layak bagi siswa-siswanya di sekolah, hampir dipastikan guru yang memiliki kemampuan menulis, hanya segelintir saja. Budaya menulis, belum memasyarakat di kalangan pelaku pendidikan. Padahal menulis itu gampang, bagi yang terbiasa dan mau untuk melakukannya.Dalam kaitannya dengan menulis hanya diperlukan niat baik, kesungguhan, ketekunan, pikiran jernih, kritis dan kepekaan  terhadap lingkungan sekitar. Apa yang terjadi dan menjadi problematik lingkungan sosial di sekitar bisa diangkat menjadi karya tulis yang runtut, sistimatis, kritis dan  rasional.

Banyak penulis hebat dan terkenal, mereka, orang-orang yang memiliki pikiran jernih, orsinal, dan jauh dari hawa nafsu jahat dan pecundang. Jika guru-guru di sekolah sudah membiasakan dirinya untuk  memiliki niat baik, bersungguh-sungguh, memiliki pikiran yang bersih dan jernih terhadap lingkungannya, modal untuk  menulis sudah ada. Semuanya amat bergantung pada guru-guru untuk melatih dan mengembangkan diri guna menghasilkan karya-karya tulis, yang mungkin bisa mengubah peradaban dunia. Jika guru-guru sudah banyak yang menghasilkan karya-karya tulis yang berkualitas, tentu akan ditiru dan diikuti oleh siswa-siswanya di sekolah.

Meskipun di masa wabah pandemi Covid-19 seperti saat ini, perlu kiranya dilakukan serangkaian upaya yang terprogram, sistimatis, berkelanjutan guna membangkitkan minat menulis kaum pelajar di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Kegiatan lomba karya tulis ilmiah yang berdasarkan kajian dan problematik pendidikan di sekolah, yang mungkin secara sederhana dapat diteliti oleh siswa. Majalah dan surat kabar lokal,  berkewajiban menyediakan ruang khusus untuk implementasi karya tulis siswa secara rutin, mungkin seminggu sekali, atau dua minggu sekali.

Sekolah, dan lembaga yang lain, belum mampu menjadi wahana tempat pelatihan dan pembinaan penulis pelajar, yang dilakukan oleh guru-guru pembina yang telah berpengalaman dalam karya tulis ilmiah. Penggalakan pelatihan menulis di kalangan pelajar, baik itu yang dilakukan oleh sekolah, lembaga pemerintah, media cetak, wajib dilaksanakan dengan rutin.

Bangkitlah kaum pelajar Indonesia, khususnya pelajar Jawa Timur,  mari kita hiasi majalah, tabloid, surat kabar di negeri ini dengan karya tulis  yang kritis, orisinal, santun, dan bermartabat.Tetap menulis, di masa wabah pandemi 19 ,tetap berkarya meskipun dari rumah.

Semoga, kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain, melalui karya tulis. Meskipun sekolah belum aktif pembelajaran di sekolah, karena wabah pandemi covid 19, maka bisa kita memanfaatkan waktu untuk kegiatan menulis di dan dari rumah kita sendiri. Selamat mencoba dan semoga sukses.(*)

*) Penulis adalah Kepala SMK YPM 7 Tarik /Dosen UT Surabaya

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Masukkan nama anda

Berita Terkini

Perkuat Sinergitas TNI-Polri Guna Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan di Masyarakat

SIDOARJOKINI - Sebagai tindak lanjut dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020, guna merespon penyebaran Covid-19 di Tanah Air, Kamis (13/8/2020) pagi,...

Peduli Sesama, Polwan Sidoarjo Donorkan Darah di HUT Polwan ke-72

SIDOARJOKINI - Memperingati 72 Tahun Polisi Wanita (Polwan), sejumlah anggota Polwan Polresta Sidoarjo menggelar berbagai rangkaian kegiatan bakti sosial peduli sesama.

Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa Pasca Pandemi, Mungkinkah?

Oleh : Drs. Sukendro Syahlil, MM Diakui atau tidak, akibat dari wabah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, sangat...

Humanis, Polresta Sidoarjo bersama Forkopimda Bagikan Masker dan Vitamin ke Masyarakat

SIDOARJOKINI - Dengan cara humanis, Polresta Sidoarjo bersama Forkopimda Sidoarjo mengajak masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan membiasakan olahraga. Melalui pembagian masker, vitamin,...

Polresta Sidoarjo Salurkan Bantuan Sembako dan Alkes dari Kapolri

SIDOARJOKINI - Dalam situasi pandemi Covid-19 yang berdampak pada aspek sosial, kesehatan dan perekonomian global, membuat Polri terus bergerak menyalurkan bantuan kepada...

Berita Terpopuler

Widodo Basuki, Pelukis dan Pegurit, Cerminan Wayang Sebagai Konsep Hidup

"Saya tahun ini berencana pameran tunggal sekaligus peluncuran buku novel saya yang terbaru," kata pelukis Widodo Basuki yang juga sebagai pegurit...

Tiba-tiba Tiada, Kolom Dahlan Iskan tentang Mohammad Nadjikh, Bos Kelola Mina Laut yang Meninggal Dunia

Oleh Dahlan Iskan Tulisan saya hari ini tidak obyektif. Hati-hati membacanya. Banyak orang lain yang...

Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa Pasca Pandemi, Mungkinkah?

Oleh : Drs. Sukendro Syahlil, MM Diakui atau tidak, akibat dari wabah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, sangat...

BUMDesa Makmur Sejahtera Fasilitasi Warga Sukodono dengan Gladiol Convention Hall

SIDOARJOKINI - Bagi warga Kec. Sukodono yang membutuhkan gedung serba guna untuk resepsi pernikahan atau iven lainnya, sekarang tidak perlu jauh-jauh. Di...

CTH Selenggarakan Bazaar UKM dan Big Sale

SIDOARJOKINI - Cooperative Trading House (CTH) menyelenggarakan Bazaar UKM dan Special Offer Big Sale di Galeri CTH di komplek Dinas Koperasi...