Beranda Headline SIMASA, Model Pembelajaran Kombinasi Daring-Luring di SMA/SMK

SIMASA, Model Pembelajaran Kombinasi Daring-Luring di SMA/SMK

Oleh: Drs. Sukendro, MM
Kepala SMK YPM 7 Tarik Sidoarjo

Jika ditilik lebih jauh, pembelajaran dari rumah merupaka opsi utama penanggulangan
belajar siswa karena pandemi covid 19 SMA/SMK di negeri ini. Namun demikian masih
banyak ditemukan masalah-masalah yang berkaitan dengan persiapan, pengelolaan, dan
pemanfaatan hasil belajar dari rumah secara menyeluruh. Sehingga perlu adanya perhatian
yang serius dari pemerintah, agar pelaksanaan kegiatan penilaian yang berbasis belajar dari rumah tersebut bisa berjalan sesuai dengan program yang telah dicanangkan satuan
pendidikan, Kemendikbud, dan instansi lain yang terkait.

Sukendro

Fakta menunjukan, belajar dari rumah siswa mengalami ketakutan dan kecemasan yang sangat mendera, jika harus mengerjakan soal-soal yang ditayangkan di monitor komputer, laptop atau HP-nya, dan dilanjutkan dikerjakan sendiri di rumah, tanpa didampingi oleh bapak ibu gurunya.

Tidak dapat dipungkiri tradisi yang berkembang di sekolah, ketika belajar, ketika mengerjakan tugas, ketika ujian, baik itu ujian harian, ujian mid semester, ujian semester, ujian sekolah, hampir semuanya dikerjakan di sekolah. Anak-anak belum terbiasa belajar dari rumah. Siswa-siswa SMA/SMK harus melihat dan memelototi komputer, laptop atau HP nya setiap hari di rumah dalam jangka waktu yang cukup panjang, dan belum ada tanda-tanda akan dimulai lagi belajar tatap muka di sekolah.

Dalam proses belajar dari rumah, siswa dihadapkan pada tiga proses yang sangat berhubungan satu dengan yang lainnya, menggunakan komputer/laptop/HP, mengikuti pembelajaran daring, dan menjawab soal-soal ujian. Menggunakan komputer/laptop/HP,
bukan masalah bagi siswa yang sudah terbiasa menggunakaanya, tetapi menjadi masalah
tersendiri bagi siswa yang belum pernah menggunakannya dalam pembelajaran di sekolah.

Mengerjakan soal ujian di kertas dengan di monitor komputer/laptop/HP memiliki perbedaan yang sangat jauh dan lebih rumit adanya. Menjawab soal ujian berbasis kertas cukup memberi arsiran yang benar di option jawaban yang dipilih, hal ini tentu berbeda dengan menjawab soal tugas dan ujian melalui HP, yang harus melalukan serangkain langkah yang benar, teratur dan sistimatis.

Pada dasarnya, kegiatan pembelajaran dari rumah harus didasari dengan konsep dasar
belajar mendiskusikan bersama (SIMASA) oleh siswa SMA/SMK. Konteks belajar mendiskusikan bersama dilakukan oleh siswa, dari siswa dan untuk siswa. SIMASA merupakan salah satu pilihan meningkatkan pembelajaran kombinasi belajar daring dengan
belajar Luring secara bersamaan.

Kegiatan SIMASA dipilahkan menjadi tiga langkah, yaitu; orientasi, bekerja kelompok, dan evaluasi. Setiap langkah dapat dikembangkan lebih lanjut oleh para guru dengan berpegang pada hakekat setiap langkah sebagai upaya mengembangkan belajar kelompok siswa di rumah secara terprogram, terpadu dan berkelanjutan.

Sebagaimana halnya dalam setiap pembelajaran, kegiatan SIMASA diawali dengan orientasi untuk memahami dan menyepakati bersama tentang apa yang akan dipelajari serta bagaimana strategi pembelajarannya. Guru mengkomunikasikan tujuan, materi, waktu, langkah-langkah serta hasil akhir yang diharapkan dikuasai oleh siswa, serta sistem
penilaiannya.

Pada langkah ini siswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya tentang apa saja, termasuk cara kerja dan hasil akhir yang diharapkan atau sistem penilaiannya.

Pada dasarnya aktivitas negoisiasi, berkaitan dengan tata kerja dan posedur kerja
dalam mendiskusikan masalah secara bersama dapat terjadi antara guru dan siswa, namun
pada akhir orientasi diharapkan sudah terjadi kesepakatan bersama. Kegitan orientasi ditandai pula dengan pemilihan peer educator atau pendidik sebaya, yang berhak dan berkewajiban memandu proses diskusi dim kelompoknya masing-masing.

Jumlah pendidik sebaya dalam satu kelompok tidak sama dan tidak terbatas, tergantung pada kesepakatan bersama siswa dengan guru, diutamakan siswa yang rumahnya saling berdekatan dan memiliki jaringan internet di rumahnya. Sehingga memudahkan kegiatan SIMASA bisa dilaksanakan dengan baik dan berkualitas bagi seluruh siswa SMA / SMK.

Selanjutnya siswa melakukan kerja kelompok sebagai inti kegiatan pembelajaran di rumah dengan SIMASA dengan teknik belajar dari rumah. Kerja kelompok siswa dapat berupa kegiatan memecahkan masalah, atau memahami dan menerapkan suatu konsep yang dipelajari. Kerja kelompok dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti berdiskusi, melakukan eksploirasi, observasi, percobaan, browsing lewat internet, dan sebagainya. Waktu untuk bekerja kelompok disesuaikan dengan luas dan dalamnya materi yang harus dikerjakan dan didiskusikan bersama di rumah salah satu siswa.

Pada akhir kegiatan diskusi kelompok di rumah, diharapkan semua siswa telah mampu memahami konsep/topik/masalah yang sudah dikaji bersama. Kemudian masing-masing siswa menjawab tes atau kuis untuk mengetahui pemahaman mereka terhadap konsep/topik/masalah yang dikaji.

Penilaian individu ini mencakup penguasaan rana kognitif, afektif dan ketrampilan. Misalnya, bagaimana tema atau topik yang dibahas dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa di masyarakat. Mengapa perlu melakukan analisis kebutuhan pembelajaran sebelum mengembangkan model pembelajaran. Siswa dapat juga diminta membuat rangkuman tentang materi dan kajian kelompoknya sesuai dengan tugas diberikan oleh guru, dan dikerjakan melalui model SIMASA dengan teknik belajar dari rumah.

Evaluasi belajar dilakukan pada awal pelajaran sebagai pretes, selama pembelajaran,
serta hasil akhir belajar siswa baik individu maupun kelompok. Selama proses pembelajaran, evaluasi dilakukan dengan mengamati sikap, ketrampilan dan kemampuan berpikir serta berkomunikasi siswa. Kesungguhan mengerjakan tugas, hasil eksplorasi, kemampuan berpikir kritis dan logis dalam memberikan pandangan atau argumentasi, kemauan untuk bekerja sama dan memikul tanggung jawab bersama, merupakan contoh aspek-aspek yang dapat dinilai selama proses pembelajaran berlangsung. Sedangkan prosedur evaluasi yaitu penilaian individu adalah evaluasi terhadap tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang dikaji, meliputi ranah kognitif, afektif, dan ketrampilan.

Selanjutnya dilakukan penilaian kelompok meliputi berbagai indikator keberhasilan
kelompok seperti, tata cara berdiskusi, pengambilan keputusan, kerjasama, Kriteria penilaian dapat disepakati bersama antara guru dan siswa pada waktu orientasi. Kriteria ini diperluka sebagai pedoman guru dan siswa dalam upaya mencapai keberhasilam belajar, apakah sudah sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan dan disepakati bersama guru dan siswa. Kegiatan evaluasi pembelajaran SIMASA, bisa dilakukan dengan mengirim video kegiatan diskusi bersama masing-masing kelompok belajar dari rumah.

Dalam pembelajaran gabungan Daring dan Luring untuk siswa SMA/SMK, maka model SIMASA layak diujicobakan dan dikembangan di sekolah-sekolah di negeri ini. Namun tetap serangkaian kegiatan SIMASA harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, terprogram dan berkelanjutan, karena model pembelajaran tersebut, setidaknya mengajarkan dan mengharuskan siswa untuk bersikap jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, terampil dan tanggung jawab.

Jika kegiatan SIMASA dilaksanakan secara benar, rutin dan berkelanjutan, pada akhirnya akan memantapkan sebuah proses revolusi karakter pembelajaran dari rumah oleh anak bangsa ini, khususnya siswa SMA / SMK, ke arah yang lebih baik, berkualitas dan bermartabat,

*) Drs. Sukendro, MM juga sebagai Dosen Universitas Terbuka Surabaya, pemerhati masalah-masalah Pendidikan di Jatim, dan mahasiswa program Doktoral Unesa Surabaya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Masukkan nama anda

Berita Terkini

Kadis Dikbud Sidoarjo: Dekesda Perlu Wujudkan Formula Berkesenian yang Sehat dan Aman

SIDOARJOKINI - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Asrofi, menyambut gembira penyelenggaraan Rapat Kerja Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda), 23-24 Oktober 2020,...

Srena Polri Tinjau ​Pelayanan Publik Polresta Sidoarjo, Maksimal Melayani di Tengah Pandemi

SIDOARJOKINI - Untuk mengetahui langsung progres Zona Integritas WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani), serta layanan publik...

Cangkrukan Kamtibmas di Porong, Kapolresta Sidoarjo Harapkan Kampung Tangguh Semeru Terus Jalan

SIDOARJOKINI - Efektvitas peran Kampung Tangguh Semeru dalam menanggulangi penyebaran Covid-19, diharapkan dapat terus berjalan di seluruh wilayah desa. Karena keberadaannya tidak...

Totalitas Tangani Covid-19, Polresta Sidoarjo Raih PROMOTER REWARD dari LEMKAPI

SIDOARJOKINI - Upaya maksimal Polresta Sidoarjo dalam penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Sidoarjo, mendapatkan apresiasi dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (LEMKAPI)...

Polresta Sidoarjo Ungkap Dua Kasus Cabul

SIDOARJOKINI - Pelaku pencabulan berhasil ditangkap Satreskrim Polresta Sidoarjo dan berhasil membekuk dua kasus pencabulan anak di bawah umur, Jumat (16/10/2020).

Berita Terpopuler

Kadis Dikbud Sidoarjo: Dekesda Perlu Wujudkan Formula Berkesenian yang Sehat dan Aman

SIDOARJOKINI - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Asrofi, menyambut gembira penyelenggaraan Rapat Kerja Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda), 23-24 Oktober 2020,...

SIMASA, Model Pembelajaran Kombinasi Daring-Luring di SMA/SMK

Oleh: Drs. Sukendro, MMKepala SMK YPM 7 Tarik Sidoarjo Jika ditilik lebih jauh, pembelajaran dari rumah merupaka opsi utama...

Tiba-tiba Tiada, Kolom Dahlan Iskan tentang Mohammad Nadjikh, Bos Kelola Mina Laut yang Meninggal Dunia

Oleh Dahlan Iskan Tulisan saya hari ini tidak obyektif. Hati-hati membacanya. Banyak orang lain yang...

Wisata Bahari Tlocor Kembali Beroperasi

SIDOARJOKINI - Wisata Bahari Tlocor (WBT), Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, kini mulai beroperasi lagi. Pengunjung diharuskan mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

Ungkap Asal-Usul Nama Desa Buncitan dan Candi Tawang Alun di Sidoarjo dengan Upacara Ritual (1)

Catatan Kelayapan: Mashuri Alhamdulillah Apa arti sebuah nama? Demikianlah sebuah pertanyaan dari Ki Ageng William Shakespeare...