Beranda Headline Lagu India Populer Beserta Film-filmnya

Lagu India Populer Beserta Film-filmnya

Pesatnya film-film India menyerbu tanah air, otomatis lagu-lagunya pun popular. Menurut Cak Sodiq, hingga Rhoma Irama pun, membuat lagu Terajana, yang masih sering dibawakan penyanyi lain hingga sekarang. 

“Saat kami manggung, request lagu Terajana masih banyak, utamanya saat tampil di pesta pernikahan, yang minta biasanya Kakek-kakek, mengenal masa mudanya, ” ujar Shodig sambil tertawa.

Tak bisa dipungkiri, tokoh lagu-lagu India masuk Indonesia adalah Ellya Khadam. Ellya sempat mendirikan group musik sendiri, OM El Sitara.  Sejumlah lagu tenar dihasilkan Ellya Kadam, seperti Boneka Dari India, Djanji, Pergi Tanpa Pesan dan banyak lagi. Awal 1960-an, lahir Beban Asmara dan Ogah Ah.

Menurut pengamatan Cak Sodiq, mulai 1970-an Ellya Khadam bermain di sejumlah film.  Era itu, sangat erat kaitannya film dan lagu bagi seorang penyanyi, seperti Rhoma Irama dengan lagu dan film-filmnya,” katanya. Artinya, seperti film-film India, soundtrack film akan terkenal juga sebagai lagu popular.

Misalnya, Ellya Khadam tampi dalam film Di Balik Pintu Dosa (1970), Dunia Belum Kiamat (1971), Bing Slamet Setan Djalanan (1972), Benyamin Biang Kerok (1972), Biang Kerok Beruntung (1973), Anak Yatim (1973). Sopir Taksi (1973), Ridho Allah (1977), Ayah Tiriku Ibu Tirimu (1977), Dukun Kota (1978) dan Gudang Uang (1978).

Yang menarik, awal perkembangan dangdut 1960-an hingga 2000-an, biduannya kebanyakan keturunan Arab atau India, seperti Muchsin Alatas, Elvi Sukaesih, A Rafig dan banyak lagi.  “Penyanyi dangdut juga mayoritas Muslim, ini karena cengkok dangdut lebih fasih bila penyanyinya juga qori atau qoriah,” kata Sodiq.

Terajana, menjadi bukti, pengaruh musik India, sudah lama terjadi di Indonesia. Yang jelas, lagu-lagu India, popular berkat film-film India yang terkenal. “Hingga sekarang, lagu-lagu India terkenal berkat film-filmnya,” kata Sodig, yang lantas menyebut lagu Kuch Kuch Hota Hai,  Bole Chudiyan, Tujhe Dekha Toh, Humko Humise Chura Lo, Koi Mil Gaya, Chaiyya Chaiyya ataupun Kabhi Khushi Kabhie Gham.

Musik tradisional India, Wikipedia mencatat, sudah disebut-sebut dalam kitab kuno Natya Shastra. Pentas drama tradisional India, disebutkan, selalu diiringi tarian dan musik. Budaya itu lah yang dituangkan dalam film-film, yang hampir sama, selalu diselingi nyanyian dan  tarian. Musik India, tergolong pentatonik , atau minor, atau di Jawa dikenal dengan nada slendro.

Sistem musik kuno India dijelaskan dengan 22 pembagian oktaf, yang menghasilkan dua tangga nada dengan tujuh  bunyi dasar. Setiap bunyi di kedua tangga nada dapat berperan sebagai bunyi pertama sehingga membuat kesemuanya menjadi 14 bunyi.

Konsep musik India dinamakan “raga”.  Sedang ritme dalam musik India dibangun dari blok tatanan patron musik yang lebih kecil ke yang lebih besar, sebuah konsep yang berpengaruh dalam musik barat mulai abad ke-20.  Ritme dasar ini dinamakan “tala”.

Pada dasarnya ritme musik India monodik (monoton) yang hanya terdiri dari satu melodi yang mengalun melawan melodi yang lebih rendah.  Lalu pada melodi lainnya dikuti tabuhan gendang. Awalnya, lagu-lagu India, untuk kebutuhan ritual agama Hindu. Sekarang telah berkembang menjadi industri musik pop yang mendunia, termasuk pengaruhnya ke musik dangdut di Indonesia.  (bagian 6/bersambung)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Masukkan nama anda

Berita Terkini

Berita Terpopuler