Beranda Headline Semar Penekun Budaya Panji Telah Pergi

Semar Penekun Budaya Panji Telah Pergi

Catatan Henri Nurcahyo (Pegiat Budaya Panji)

SEMAR SUWITO YASIN, salah satu pendiri Komunitas Seni Budaya BrangWetan, videografer yang rajin blusukan, Kamis (22/7) kemarin telah menghadap dengan tenang ke Sang Pencipta. Rumah duka di Lembah Harapan RT 1, Wiyung.

Lelaki kelahiran Surabaya 22 Maret 1956 ini berasal dari Kampung Kebangsren, Surabaya, depan hotel JW Marriott. Rumahnya di perumahan Lembah Harapan jarang ditempati. Baru dua tahun belakangan ini dia tinggal di Lembah Harapan bersama dengan isterinya, meski masih sering bolak balik ke Kebangsren.

Sungguh sebuah kehilangan yang menyedihkan atas kepergian pekerja keras dan penekun Budaya Panji ini. Tahun 2017 bersama dengan Jil Kalaran kami mendirikan TVPanji. Kami sering blusukan terkait acara Panji di berbagai kota.

Semar memang punya kepedulian tersendiri dalam hal membuat dokumenter kesenian nyaris punah sebagaimana diproduksi TVRI Pusat 2013, di antaranya; Wayang Songsong Sunan Drajat (Paciran – Lamongan), Panji dalam Tari Topeng Jati Dhuwur (Kesamben – Jombang), Kentrung Dimana Kau (Kentrung Jati Menoek – Jombang), Wayang Potehi (Surabaya – Mojokerto – Gudo Jombang).

Dia sudah lama bergumul dengan dunia perfilman. Memulai dengan menulis skenario dan menjadi pengatur laku di televisi Surabaya dan Jakarta, Semar pernah menjadi astrada pada film kolosal Merdeka atau Mati dan Soerabaia’45 mendampingi Gatut Kusumo dan Imam Tantowi. Disamping itu dia juga pernah menulis skenario dan menyutradarai sejumlah film serial Aku Cinta Indonesia (ACI) produksi Pustekom Dikbud RI bekerjasama dengan PPFN Th. 1992-1993.

Semar Suwito (tengah)

Dunia penulisan dan perfilman agaknya menyatu dalam diri ayah dua anak ini. Mantan Sekretaris Umum PARFI Jatim ini pernah menjadi kritikus sinetron di Harian sore Surabaya Post dan memegang rubrik seni hiburan di majalah Liberty.

Perjalanan keseniannya dimulai di kampung Kebangsren Surabaya dengan membuat kelompok ludruk anak-anak. Ketika remaja (SMP & SMA) mendirikan kelompok teater “Anggrek” (Hanggar Remaja Kebangsren). Pada tahun 1985 mencoba mengikuti Lomba Drama 5 Kota dan memperoleh juara III dengan naskah sendiri “Prasasti Nyai Roro Kidul”.

Di bawah pengawasan Edy Hariono, asisten dan pendamping WS Rendra, Semar ikut menangani teater anak-anak di Bengkel Teater Yogya. Tahun 1987 berhasil menjadi Juara 1 pada Lomba Drama Lima Kota membawakah naskah karya Fredy Kastamarta judul “Seh Siti Jenar”

Selain itu Semar juga banyak mementaskan naskah sendiri atau menyadur naskah, menyelenggarakan Pekan Film anak-anak di LIA (Lembaga Indonesia Amerika), Pekan Film India non komersial dengan warga India di Surabaya, Pekan Film non Amerika di Konsulat budaya Uni Sovyet juga atas nama institusi Parfi Jatim, menyelengarakan workshop seni peran film dan menjadi instruktur penulisan skenario film di PLAV ITS – Dikbud RI.

Semar rajin posting di fesbuk, perihal budaya Panji dan catatan blusukannya. Terakhir dia posting baru 14 jam yang lalu yang mengabarkan nomor WA-nya dibajak lagi.

Selamat jalan sahabat. Damailah di alam kelanggengan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Masukkan nama anda

Berita Terkini

Berita Terpopuler