Beranda Headline Tanpa Suling, Bukanlah Dangdut

Tanpa Suling, Bukanlah Dangdut

Serial Sejarah Musik Dangdut Tanah Air (14)

Tidak ada suling, tidak ada dangdut.  Kenapa? “Ya,  bila tidak ada suling, lagu dangdut kurang mendayu, kurang marem, kurang meliuk-liuk dan tidak ada ruhnya, “ kata Cak Sodig, OM New Monata ketika dimintai komentarnya.

Master suling legendaris di tanah air era 70-an, sebut saja Hamim Marzuki atau Shahabudin Shahab (Betawi). Di era milenial ini, pemain seruling OM New Monata, Cak Slamet, misalnya adalah satu dari sedikit pemain suling di tanah air yang termasuk jago.

Tak ada suling. Tak  ada dangdut. Hampir setiap lagu, yang dimainkan orkesnya, bisa “dimasuki” suling, mulai intro, interlude, coda, atau “masuk” di sela-sela lagu.

Menyebut dangdut, pasti menyebut suling. Saking populerya suling, alat musik ini, tak hanya dimainkan di dalam group dangdut. Tapi juga orkes gambus, maupun gamelan Jawa. Seniman Jawa legendaries,  Ki Nartosabdo, pernah  menulis tembang  Gambang Suling, liriknya : gambang suling, kumandang swarane, thulat thulit kepenak unine, unine mung nrenyuhake, bareng lan kentrung, tipung suling,  sigrak kendangane ..

Biduan dangdut Itje Tresnawati, pernah menyanyikan lagu Seruling Cinta, begini liriknya : mata mata mata,  dari mata ke hati, hati hati hati, dari hati ke jiwa, mengalun irama, suara seruling cintanya sang dewi malam ..

Sedang Mega Mustika, membawakan lagu yang popular 90-an, Suling Bambu, yang lagunya terkenal sampai sekarang, seperti ini liriknya : Hai.. suling bamboo,  mengiring irama lagu , sungguh merdu , ho. Oh, hai.. suling bamboo, suaramu meresap, ke dalam kalbu ho oh, hai.. suling bambu ..

Slamet bersyukur, sebagai pemain suling, bisa terus eksis. Sebelum di  OM New Monata, Slamet lebih dulu meniup seruling di OM Palapa dan OM Monata. “Di OM  New Monata, saya diberi kebebasan memasukkan suara seruling di dalam lagu. Kebebasan kreativitas ini, yang membiikin saya betah bareng Cak Sodiq di New Monata,” kata Cak  Slamet, yang punya koleksi puluhan suling bambu ini.

Sejak kapan alat musik suling ini ada di tanah air dan menyusup ke dangdut? Bila melihat sejarah, suling atau seruling, sudah ada sejak zaman Persia Kuno. Konon alat musik suling ini masuk ke tanah air bersamaan dengan hijrahnya para imigran Hadramaut (Yaman) ke Nusantara ada abad ke-17. Juga ada yang berpendapat, suling Barat, dibawa oleh para pelaut Portugis yang datang ke Nusantara, yang juga  memperkenalkan musik keroncong. (bersambung)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Masukkan nama anda

Berita Terkini

Berita Terpopuler