Dorce, dari Kuli Bangunan, Artis Terkenal hingga Jeritan ke Megawati

Catatan Damar Huda

Dedi Yuliardi Ashadi, saat masih remaja, awal era 80-an, hijrah ke Surabaya, jadi kuli bangunan.

Dedi yang kelak dikenal dengan nama Dorce Gamalama ini, kelahiran Solok, Sumatera Barat pada 21 Juli 1963, kini berusia 58 tahun.

Saya mengenal Dorce Gamalama awal 90-an, saat saya jadi wartawan hiburan  tabloid Nyata (Jawa Pos Group), juga saya sering nge-job dia dan ia sangat pemurah.

Ia selalu suka bagi-bagi uang ke wartawan atau orang yang ngejob dia. Suaranya serak-serak mendesah tapi hatinya lembut.

Jiwa lembutnya ini, yang membuat ia terjun di dunia hiburan, pandai menghibur di atas panggung, ngelawak dan nyanyi.

Kata peribahasa, burung-burung akan terbang dengan sesamanya. Awal kariernya  era 80-an itu, Dorce gabung group waria yang terkenal saat itu, Fantastic Dolls.

Nama “Dorce” adalah pemberian Myrna, waria pimpinan Fantastic Dolls.

Dorce sempat menggunakan nama Dorce Ashadi, Dorce Urang Aring, Dorce Manice, Dorce Elkafeer, hingga pilihan terakhir Dorce Gamalama.

Nama “Gamalama” ia ambil dari nama Gunung Gamalama di Pulau Ternate, Kepulauan Maluku, saat ia show di sana bareng Benyamin Suaeb.

Setelah ia membubuhkan nama gunung di balik namanya, kariernya memang terus menjulang ke langit.

Hatinya menderita karena ia merasa  seorang wanita tapi terjebak di tubuh laki-laki.

Maka di tahun 1983, ia memutuskan OGK (Operasi Ganti Kelamin) di RSUD dr Soetomo Surabaya ditangani dr. Soetomo, Prof. Dr. dr. Djohansjah Marzoeki Sp. BP.

Setelah pergi haji, ia menambah namanya jadi Dorce Gamalama Halimatussadiyah

Sejak 1990 ia pun benar-benar meninggalkan Surabaya dan hijrah ke Jakarta.

Di Jakarta, dua filmnya produksi Parkit Film dan Bola Dunia Film) langsung meledak di pasaran yaitu “Dorce Sok Akrab” dan “Dorce Ketemu Jodoh”.

Ia juga rekaman album “Cintaku Kendur di Jalan” (Billboard Record).

Tapi namanya lebih dikenal sebagai artis serba bisa, semua jenis lagu mahir ia bawakan, juga jadi presenter.

Ia sempat mengasuh program TV “Dorce Show” sejak Januari 2005. Bahkan ia disebut sebagai Oprah Winfrey-nya Indonesia.

Tapi semua panggung pasti ada akhirnya. Kata sebuah pepatah, setiap orang ada zamannya dan tiap zaman ada orangnya. Begitu pun Dedi alias Dorce.

Saat ini, ia tergolek lemah, menderita sakit diabetes dan demensia Alzheimer.

Dedi kini jatuh bangkrut, seperti sebuah gunung tua  yang melepuh. Bahkan ia mengunggah sebuah video vlog pendek, memohon ke Megawati untuk dibantu biaya pengobatannya.

Dalam video yang ia unggah di akun Instagram-nya, tampak Dorce terbaring dan lemah.

“Saya pernah menghibur Ibu Megawati sebelum beliau menjadi Wakil Presiden, setelah beliau jadi Presiden. Saya meminta bantuan kepada Ibu Megawati atau stafnya,” ucapnya di akun IG @dg_kcp.

Dedi saat ini begitu lemah, tak berdaya, tak ada biaya pengobatan dan ia berharap mukzizat dari Allah.

Semoga segera sembuh ya Mbak Dorce. Aaamiin. (*)

*) Catatan ini ditulis Damar Huda ketika Dorce masih dirawat di rumah sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *