Dwi Emi Subekti, dari Customer Service Jadi Direktur Utama

ALUMNUS Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB) ini, mampu membawa bank yang dipimpinnya kian maju.

Maklum, dia sendiri meniti kariernya dari bawah, sama sekali tidak langsung melenggang menjadi anggota direksi. Meski disiplin ilmunya tidak terkait dengan bank, namun berkat kepiawaiannya kini BPRS Baktimakmur Indah, memiliki nasabah lebih dari 25 ribu orang.

Tentu jumlah itu, bukanlah sedikit. Tak semua bank mampu merangkul sekian banyak nasabah. Melalui tangan dinginnya yang didukung oleh sejumlah karyawannya, BPRS Baktimakmur Indah per Desember 2021 memiliki aset Rp 160 miliar. Juga jumlah yang cukup besar bagi sebuah bank yang memulai merangkak dari bawah.

Dwi Emi Subekti adalah arek Suroboyo. Lahir di Surabaya, 6 Januari 1970, perempuan energik ini bergabung dengan BPRS Baktimakmur, sejak Juli 1999. Sudah sekitar 20 tahun.

Awalnya sebagai tenaga customer service. Dia banyak berhubungan dengan nasabah. Dari pengalaman itu pula, ketika mendapat posisi puncak seperti sekarang, kedekatannya dengan customer tak pernah berubah. Bahkan orang yang belum kenal dengan sosok Emi — sapaan akrab Dwi Emi Subekti — tak mengira kalau dia adalah orang nomor satu di perusahaan yang mengelola jasa keuangan berbasis syariah dengan puluhan ribu nasabah tersebut.

“Kami ini kan perusahaan jasa Pak. Karena itu perlu dekat dengan masyarakat,” tutur Emi merendah.

Emi dipercayai sebagai dirut pada pertengahan 2016. Kala itu Tjuk K. Sukiadi menjabat sebagai komisaris utama. Sifat kritis Komut, menjadikan pelajaran yang sangat berharga buat Emi untuk terus memacu diri hingga sekarang.

Dalam bekerja, Emi selalu mementingkan konsultasi dan koordinasi dengan para pengurus perusahaannya. Dalam memutuskan sesuatu, dia sering berkomunikasi dengan dua anggota direksi lainnya. Mereka adalah Direktur Operasional Harmerita, S.Si., M.Si dan Direktur Marketing, Muhammad Zainuri, ST.

Bila perlu, Emi juga mengontak Dewan Komisaris. Di sini terdapat Komisaris Utama, Dr. dr. H. Budi Siswanto, Sp.OG (K), SH., Komisaris Sutrisno, SE, MM dan Mohammad Norman Muttaqien, LC, MH.

Sementara di Dewan Pengawas Syariah, ada Prof.Dr. H.M. Roem Rowi sebagai ketua, didampingi anggota Prof.Dr, H. Syafiq Mugni dan Drs. KH Syafrudun Syarif.

Dari Tujuh Orang Karyawan

Apa yang menarik, bank yang dipimpinnya itu, berawal dari 7 orang karyawan.Mereka ke mana-mana naik sepeda motor. “Sekarang karyawan kami 70 orang. Dulu naik sepeda motor, sekarang banyak yang naik mobil,” ceritanya sembari tersenyum.

Untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, Dwi Emi melakukan beberapa terobosan. Di antaranya dengan cara mengikuti training-training untuk meningkatkan kemampuan kariyawan. Baik eksternal maupun internal.

Juga perbaikan secara berkelanjutan terkait dengan peraturan perusahaan, SOP,struktur organisasi dan lain-lainnya.

“Untuk meningkatkan skill SDM, saya mencoba melakukan berbagai upaya.Termasuk memberikan reward dan jaminan kesejahteraan kepada karyawan,” ungkapnya. Dengan cara ini, diharapkan karyawan bisa berlomba untuk maju. Berlomba untuk melakukan kenaikan.

“Kami juga melakukan rotasi secara berkala. Serta merekrut karyawan baru secara berkala pula,” tambahnya. (ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *